Sabtu, 20 Februari 2016

Keuangan Rumah Tangga Yang Baik

Ketentraman rumah tangga sangat ditentukan oleh cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik. Tidak jarang pasangan yang baru menikah harus berpisah hanya gara-gara tidak mampu mengelola keuangan keluarga dengan tepat. Juga tidak sedikit, pasangan yang telah lama menikah hidupnya tidak kunjung bergeser dari posisi miskin dan miskin. Padahal, pendapatan keluarga tersebut bisa jadi tidak pernah kurang, tapi begitulah yang banyak terjadi.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Cara Sederhana Mengelola Uang
Dalam teori ekonomi, uang berfungsi sebagai alat tukar, penumpuk kekayaan dan alat pembayaran. Ketiga unsur ini harus dipahami betul oleh pasangan suami-istri. Bila salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak terpenuhi atau berjalan tidak seimbang, maka bisa dipastikan keuangan rumah tangga akan berantakan. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana dalam mengelola keuangan rumah tangga yang baik.

1.       Pahami sumber pemasukan
Mengetahui sumber pemasukan dengan tepat akan mempermudah kalkulasi belanja harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. Dengan memahami sumber-sumber pemasukan, seorang ibu atau ayah yang berperan mengelola keuangan rumah tanga dapat membuat perencanaan jangka panjang tentang apa yang akan dilakukan dan seperti apa bentuknya di masa depan.

2.       Belajar membuat perencanaan yang berimbang
Perencanaan yang berimbang adalah perencanaan yang memberikan porsi seimbang untuk kegiatan konsumsi dan produksi. Rumah tangga yang baik adalah rumah tangga yang tidak sekadar pandai membelanjakan uang, namun juga pandai ‘memproduksi uang.’  Dengan kata lain, produksi uang yang dimaksud dapat berasal dari upah pekerjaan inti, pendapatan kerja sampingan atau menjadi distributor produk dan jasa tertentu.
Di samping itu, perencanaan yang berimbang juga menyangkut efisiensi waktu yang terukur. Jangan menumpuk sejumlah perencanaan dalam waktu berdekatan sementara sumber pemasukan sangat sedikit. Oleh sebab itu, perencanaan yang baik adalah yang memiliki batas waktu yang terukur seperti perencanaan jangka pendek (0-1 tahun ke depan), jangka menegah (1-5 tahun ke depan) dan jangka panjang (5-15 tahun ke depan).

3.       Pahami bahwa kebutuhan dan keinginan itu berbeda
Orang yang tinggal di Yogyakarta sangat membutuhkan motor. Itu namanya kebutuhan, karena tinggal di Yogya butuh mobilitas menggunakan motor. Saat ini, di Kota Yogyakarta tidak tersedia angkot sebagaimana kota lainnya di Indonesia. Di lain sisi, orang di Jakarta sangat membutuhkan rumah. Itu namanya kebutuhan keren rumah adalah kebutuhan pokok untuk tinggal di Jakarta. Tapi tidak semua orang Jakarta harus punya mobil, karena itu keinginan. Di Jakarta, mobil yang terlalu banyak justru akan menambah kemacetan. Nah dalam hal ini keluarga yang baik adalah keluarga yang mampu menyusun skala prioritas antara keinginan dan kebutuhan.

4.       Sedapat mungkin hindari hutang
Banyak sekali saat ini orang hobinya menggunakan kartu kredit. Tapi tahukah anda bahwa kebiasaan tersebut tidak baik dilakukan? Membiasakan menggunakan kartu kredit akan mengajarkan seseorang untuk hidup dengan pola berhutang terus-menerus. Selain itu, sedapat mungkin hilangkan membeli barang atau produk apa saja dengan cara kredit yang terlalu tinggi angsuran bunganya. Selain menyusahkan di kemudian hari, keluarga yang terlalu banyak barang kredit di rumahnya biasanya susah tidur di malam hari.

5.       Belajar Menabung dan Awali Langkah Berinvestasi
Dua hal ini sejalan dan harus beriringan. Tabungan berfungsi sebagai persediaan untuk keperluan di kemudian hari. Tabungan sekaligus merupakan pelaksanaan fungsi uang yakni sebagai alat penumpuk kekayaan. Sebaik-baik tabungan adalah tabungan dalam bentuk emas dan perak.
Seturut dengan kebiasaan menabung, berinvestasi adalah langkah berikutnya yang harus dilakukan untuk menjamin sumber-sumber pendapatan lain di dalam keluarga. Investasi adalah cara jitu bila ingin terbebas dari kemiskinan, sebab uang yang diinvestasikan akan memdatangkan pasive income di kemudian hari. Investasi yang tidak kalah penting tentunya adalah memberikan anak pendidikan yang bermutu.

Kesalahan Dalam Mengatur Keuangan Rumah Tangga
Beberapa hal berikut akan memicu ketidakseimbangan keuangan di dalam rumah tangga.
1.       Membeli asuransi tanpa tahu maksud dan sasaran jangka panjang.
2.       Menetapkan anak di bawah umur sebagai ahli waris asuransi.
3.       Tidak punya perencanaan jangka panjang.
4.       Tidak seimbang antara konsumsi dan sumber pemasukan.
5.       Berinvestasi tapi tidak tahu cara mengelolanya.
6.       Tidak ada prioritas dalam belanja harian, bulanan dan tahunan.
Bila keenam hal tersebut terjadi di dalam keluarga anda, maka bisa dipastikan keluarga anda rentan berada dalam kondisi kurang harmonis.Tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa cara mengelola keuangan keluarga ada seninya sendiri. Tegasnya, cara mengatur keuangan rumah tangga adalah bagian penting dalam mewujudkan kehidupan keluarga samawi dan madani. 
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tiada ulasan