Khamis, 24 Mac 2016

Tiga tips keluarga bahagia yang bisa langsung dicoba

tips keluarga bahagia memang menjadi hal yang sangat diidam-idamkan oleh banyak orang, baik itu oleh pasang suami istri maupun anak-anak. Mungkin Anda berpikir jika tips keluarga bahagia adalah harta benda yang melimpah, kenyataannya dari hasil penelitian bahwa untuk menjadi keluarga bahagia, Anda cukup melakukan hal-hal sederhana. Berikut ini adalah tiga hal yang bisa Anda coba lakukan saat ini juga untuk menjadi keluarga bahagia.

Tiga tips keluarga bahagia yang bisa langsung dicoba

Makan malam bersama  keluarga

Anak-anak yang melakukan makan malam dengan keluarganya ternyata berbuat lebih baik di hampir setiap metrik  penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang makan malam dengan keluarganya cenderung  lebih rendah untuk menjadi pecandu minum beralkohol, merokok, memakai narkoba, hamil dini, bunuh diri, dan mengalami gangguan makan. Penelitian tambahan menemukan bahwa anak-anak yang menikmati makanan dengan keluarganya memiliki kosakata yang lebih banyak, perilaku yang lebih sopan, makan lebih sehat, dan harga diri yang lebih tinggi.
Survei yang paling komprehensif  dilakukan oleh University of Michigan yang melaporkan  tentang bagaimana anak-anak Amerika menghabiskan waktunya antara tahun 1981 dan 1997. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa jumlah anak-anak menghabiskan waktu makan makanan di rumah ternyata berpengaruh pada  prestasi akademik yang lebih baik dan perilaku bermasalah yang lebih sedikit. Waktu makan ternyata sangat berpengaruh pada waktu yang dihabiskan ketika berada di sekolah, belajar, menghadiri ibadah keagamaan, atau berolahraga.
Setelah membaca penjelasan di atas, mungkin Anda ingin melakukakannya segera. Tetapi kehidupan saat ini membuat anggota keluarga sangat sulit untuk saling bertemu. Lalu apa yang bisa Anda lakukan? Anda tidak perlu memaksakan untuk melakukan makan malam setiap harinya bahkan tidak harus makan malam, jika memang tidak memungkinkan.  Anda bisa menggantinya di waktu sarapan atau melakukannya hanya di akhir pekan saja.

Menceritakan sejarah keluarga

Anak-anak yang mengetahui cerita tentang  orang-orang yang lahir sebelum mereka ternyata memiliki harga diri yang lebih tinggi dan kemampuan kontrol atas kehidupannya sendiri.Survei yang dilakukan pada lusinan keluarga di musim panas 2001 yang juga merekam beberapa percakapan keluarga di meja makan. Kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil tes psikologis anak-anak, dimana dicapai beberapa kesimpulan yang luar biasa.
Kesimpulannya semakin banyak anak-anak tahu tentang sejarah keluarga mereka, maka semakin kuat kesadaran untuk mengontrol hidup mereka, semakin tinggi harga diri mereka, dan mereka lebih percaya pada fungsi keluarga. Selain itu, anak-anak memiliki keseimbangan yang baik dan kepercayaan diri dalam kehidupan karena adanya intergenerational self. 

Bergabung dengan komunitas agama

Berton-ton penelitian menunjukkan keluarga yang religius lebih bahagia. Mengapa bisa begitu ?
Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa teman-teman dari komunitas agama menyediakan dukungan untuk memiliki keluarga bahagia.
Studi paling komprehensif yang pernah dilakukan tentang hal ini dilakukan pada tahun 2010, dengan memberikan beberapa petunjuk tentang mengapa hal ini bisa terjadi. Setelah melakukan  studi  dengan lebih dari tiga ribu orang dewasa.
Ditemukan bahwa praktik agama atau kedekatan seseorang dengan Tuhan ternyata tidak membuat perbedaan menyeluruh pada kepuasan hidup seseorang. Hal terpentingnya ternyata ada pada jumlah teman yang Anda miliki dalam komunitas agama. Karena orang-orang religius merasa terhubung dengan orang-orang yang memiliki kesamaan pikiran. 
Dari ketiga informasi di atas mengenai keluarga bahagia, hal mana yang akan Anda lakukan terlebih dahulu? atau Anda ingin melakukan ketiga tips keluarga bahagia.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tiada ulasan